Menjadilah tabah atas detak ketidakpastian.
Baiklah aku katakan, tentang rentetan suka, duka berbalut syukur yg tlah lalu.
Akan ku hidangkan padamu agar kau mengerti. Tlah ku gambarkan di atas canvas goresan warna penuh makna. Sebagai pembuka di lembar kisah yang baru. Menjadi pengingat di bahagia mendatang untaian memori perjuangan pada langkah tergopoh nan gontai, meniti di lorong harapan.
Dilorong gelap, dimana hanya ada seseorang, tengah duduk terdiam menahan pedihnya.
Mendekap pada keterasingan, memilih menjauh dan menyendiri dari bising kosong dan riuh yang berisik.
Di riuh yang berisik terus mengusik.
Diendapkan dalam-dalam hingar bingarnya agar tak lagi terdengar.
Benar, tak lagi terdengar, membuat tertunduk, membuka sedikit ruang. Ruang ingatan, tempat menyimpan mimpi-mimpi yang dahulu dibanggakan dan yang kini akan kembali diupayakan.
Keheningan dalam gelap menuntun pada setitik nyala cahaya. Rupanya ialah cahaya harapan yang dinantikan.
Selamat datang cahaya yang sejatinya sudah lama ada namun terendapkan oleh rasa syukur yang kala itu belum ter-ukur. :)
| @p u t r i a m e 1 i a a |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar