Kamis, 22 Juli 2021

✓ GONTAI


Menjadilah tabah atas detak ketidakpastian.
 


Laiknya rasa atas terang prasangka pada nyalang bola mata. 
Sebagaimana riuh gelombang terkaan, menjelma asap terbang bersama pekatnya, digiring angin membuyar di udara.

Baiklah aku katakan, tentang rentetan suka, duka berbalut syukur yg tlah lalu. 

Akan ku hidangkan padamu agar kau mengerti. Tlah ku gambarkan di atas canvas goresan warna penuh makna. Sebagai pembuka di lembar kisah yang baru. Menjadi pengingat di bahagia mendatang untaian memori perjuangan pada langkah tergopoh nan gontai, meniti di lorong harapan.


Dilorong gelap, dimana hanya ada seseorang, tengah duduk terdiam menahan pedihnya. 

Mendekap pada keterasingan, memilih menjauh dan menyendiri dari bising kosong dan riuh yang berisik. 


Di riuh yang berisik terus mengusik. 

Diendapkan dalam-dalam hingar bingarnya agar tak lagi terdengar. 

Benar, tak lagi terdengar, membuat tertunduk, membuka sedikit ruang. Ruang ingatan, tempat menyimpan mimpi-mimpi yang dahulu dibanggakan dan yang kini akan kembali diupayakan.


Keheningan dalam gelap menuntun pada setitik nyala cahaya. Rupanya ialah cahaya harapan yang dinantikan. 

Selamat datang cahaya yang sejatinya sudah lama ada namun terendapkan oleh rasa syukur yang kala itu belum ter-ukur. :)


| @p u t r i  a m e 1 i a a |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

✓ DOA UNTUK PALESTINA

Wahai tanah suci yang terjajah Doa untukmu mengalun mengudara Air mata jatuh menangis tanpa suara Langit memerah seperti darah Menjadi saksi...