Rabu, 21 Juli 2021

✓ PERAN

 



        Setiap makhluk yang Allah ciptakan memiliki peran. Setiap peran yang Allah amanahkan, pasti Allah titipkan kemudahan serta hikmah dalam menjalaninya. Dan peran itu diamanahkan kepada hamba-hamba yang telah Allah pilih, dengan kata lain Allah sendiri yang akan memampukan selama kita senantiasa mendekat dan bergantung hanya kepada-Nya. 

Sebagaimana yang terkandung didalam Q.S. Al-Baqarah : 286,  

Artinya :

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”       

     Setiap orang pernah gagal, begitupun dalam proses belajar menjalankan sebuah peran, tentunya akan ada kekurangan, kesalahan dan kegagalan baik itu karena kecerobohan, ketidaksiapan, kurangnya ilmu pengetahuan, keikhlasan yang belum tumbuh, niat yang belum lurus, hati yang belum sepenuhnya bersandar hanya pada Allah sang pemberi peran, dan sebagainya.

 

Menerima Kegagalan 

Peran. Peran itu seperti halnya madrasah yakni menjadi sarana dimana kita dapat menerima banyak pengajaran. Tidak ada yg sempurna dalam berperan. Namun, Maha Baik Allah, dibalik ketidaksempurnaan ada hikmah yg Allah siapkan, sebagai bahan untuk kita belajar memperbaiki diri agar lebih siap menjalani peran yg akan Allah amanahkan di waktu mendatang.

Waktu. Setiap orang butuh waktu yang berbeda-beda untuk belajar menjalani perannya masing-masing. Tidak semua bisa langsung berhasil menjalani peran dengan satu atau dua kali percobaan dalam waktu yang singkat. Semua memerlukan proses. Yang utama bukan tentang berapa lama kita berhasil melalui sebuah proses, tapi bagaimana caranya agar dapat kita nikmati, pelajari dan syukuri proses tersebut.

MenghargaiBetapa lebih baiknya jika kita menghargai usaha orang lain maupun diri sendiri yang sedang membenahi diri dan bangkit dari kegagalan dalam berperan. Berhenti menghakimi, menjudge, me-label-i siapapun yg pernah gagal mengemban peran. Kita tidak pernah tau seberapa susahnya ia menyembuhkan luka kegagalannya hingga ia bisa bangkit dan kembali semangat untuk kembali berperan. Jangan sampai kita menjadi penghalang bagi seseorang yang hendak berubah menjadi lebih baik.

Note :

Jangan pernah takut untuk berperan, berikan kemampuan terbaik mu pada setiap peran yang Allah amanahkan. Ingat, jangan takut gagal ;). Karena sejatinya kegagalan menunjukkan bahwa kita semakin dekat dengan keberhasilan. SEMANGAT BERPERAN ! 😊



         

         





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

✓ DOA UNTUK PALESTINA

Wahai tanah suci yang terjajah Doa untukmu mengalun mengudara Air mata jatuh menangis tanpa suara Langit memerah seperti darah Menjadi saksi...