Jumat, 17 November 2023

✓ BOLEHKAH LELAH?


Di tengah perjalanan yang amat sangat panjang ini, aku berhenti sejenak. Menghirup dalam-dalam aroma semangat yang masih tersisa. Untung saja masih ada, walau setetes barangkali bisa berkobar lagi menjadi api semangat baru yg membakar semua keraguanku. Lelah itu manusiawi, semua yang berjalan di bumi pasti pernah merasakan lelah, kita tidak sendiri. Bahkan sekelas Nabi pun pernah merasakan lelah dan hampir menyerah.

Masih ingat kisah Nabi Yunus ?

Selama bertahun-tahun Nabi Yunus berdakwah pada kaumnya, Akan tetapi mereka menolak beriman kepada Allah dan tetap memilih menyembah patung dan berhala. Mereka lebih memilih kekafiran dan kesesatan daripada keimanan dan petunjuk. Maka Nabi Yunus pun marah kepada kaumnya dan tidak berharap lagi terhadap keimanan mereka. Allah mewahyukan kepada Nabi Yunus untuk memberitahu kaumnya bahwa dalam waktu 3 hari mereka akan segera di adzab. 

Nabi Yunus memperingatkan ancaman Allah kepada kaumnya dan memutuskan untuk tetap pergi meninggalkan mereka. Ketika itu, kaum Yunus telah mengetahui, bahwa Nabi Yunus telah pergi meninggalkan mereka sehingga mereka yakin adzab akan turun dan bahwa Yunus adalah seorang nabi, maka mereka segera bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kembali kepada-Nya. Saat Allah melihat jujurnya taubat mereka, maka Dia menghilangkan adzab itu dari mereka. 

Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka adzab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” (QS. Yunus: 98)

Setelah peristiwa itu, Yunus tetap meninggalkan kaumnya karena marah padahal Allah belum mengizinkannya, maka Yunus pergi ke tepi laut dan menaiki kapal. Pada saat Yunus berada di atas kapal, maka ombak laut menjadi dahsyat, Allah pun mengirimkan seekor ikan paus untuk memberi pelajaran berharga kepada Nabi Yunus. Ia menelan Nabi Yunus ke dalam perutnya tanpa mematahkan tulang dan merobek dagingnya, dan Yunus pun tinggal di perut ikan itu dalam beberapa waktu dan dibawa mengarungi lautan oleh ikan itu.

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”–Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiyaa’: 87-88)

               Ditengah kedukaan dan penyesalannya, dalam keadaan gelap gulita di dalam perut ikan paus, tak henti-hentinya Nabi Yunus berdoa dan berdzikir kepada Allah. Allah pun menyelamatkan Nabi Yunus.

Betapa pelajaran berharga bagi kita tentang bagaimana Allah menunjukkan bahwa lelah itu boleh-boleh saja, namun menyerah jangan. Sekelas Nabi Yunus pun pernah lelah, pernah salah. Tapi luar biasanya Nabi Yunus dengan kelelahan yang pernah dirasakan dan kesalahan yang pernah dilakukan, atas izin Allah ia ubah semuanya menjadi cahaya keimanan yang menerangi kembali jalannya. Menjadi titik baru untuk memompa kembali semangat dalam berdakwah dan mengejar ridho Allah. Semoga kita bisa meneladani sifat-sifat para Nabi dan Rosul. Maha Baik Allah,  Kisah-kisah mereka, para Nabi dan Rosul, telah banyak diabadikan dalam Al-Qur’an. Tinggal bagaimana kita mau mengambil pelajaran dan hikmah sebagai petunjuk jalan kehidupan, atau mengabaikannya begitu saja.  


Jum'at, 3 Jumadil Awal 1445, 17 November 2023. 17 : 34 WIB 


                                                                ------- Putri Amelia -------- 

✓ DOA UNTUK PALESTINA

Wahai tanah suci yang terjajah Doa untukmu mengalun mengudara Air mata jatuh menangis tanpa suara Langit memerah seperti darah Menjadi saksi...